Perang fintech di Indonesia makin panas. Ini bukan lagi soal siapa yang paling banyak dipakai di warung kopi, tapi siapa yang bisa membawa UMKM lokal ke panggung global. Kolaborasi DOKU dengan Ant International, yang diperdalam di tahun 2026 ini, adalah game-changer. Mereka tidak hanya bicara soal integrasi dompet digital, tapi membuka 'jalan tol' pembayaran lintas negara.

Awalnya, DOKU dan Ant International 'main aman'. Sejak 2024, kerja sama mereka fokus pada wisatawan Tiongkok yang ingin belanja di Indonesia menggunakan Alipay. Lumayan, tapi itu hanya setitik potensi. Sekarang, mereka berpikir lebih besar. Ant International membawa 'anaknya' 2C2P, payment gateway regional, ke dalam kemitraan ini. Ini bukan sekadar memperluas jaringan, ini membangun infrastruktur.
Jembatan ke Pasar Internasional
Logikanya simpel: jalan tol dua arah. Pertama, UMKM Indonesia bisa jualan ke luar negeri. Bayangkan pengrajin sepatu di Bandung yang produknya bisa dibeli langsung oleh konsumen di Eropa atau Amerika, tanpa pusing soal sistem pembayaran. DOKU, lewat jaringan Antom (unit pembayaran Ant International), menjembatani itu semua. Ini bukan lagi impian, ini kenyataan yang sedang dibangun.
"Ini bukan sekadar melayani turis asing, ini membuka pasar global bagi UMKM Indonesia."
Kedua, ini juga berarti mempermudah transaksi masuk. Turis atau ekspat yang ingin belanja di Indonesia, entah itu di e-commerce atau toko fisik, bisa pakai metode pembayaran yang mereka kenal. Alipay sudah terintegrasi, dan ke depan, mungkin lebih banyak lagi. Ini memudahkan hidup, baik bagi pembeli maupun penjual.

Regulasi dan Tantangan Lain
Tentu, ada tantangan. Regulasi di Indonesia, seperti UU PDP, harus terus beradaptasi dengan kecepatan inovasi ini. OJK juga perlu memastikan ekosistem ini aman dan adil. Namun, langkah DOKU ini menunjukkan bahwa pemain lokal punya gigi untuk bersaing di level global, tidak hanya jadi penonton.
Ini juga sinyal kuat bagi fintech lain. Siapa yang bisa menawarkan solusi lintas negara paling mulus dan terjangkau, dia yang akan memenangkan hati UMKM. Digitalisasi UMKM bukan lagi opsional, itu wajib. Dan 'go global' bukan lagi jargon, tapi strategi nyata. DOKU dan Ant International baru saja menancapkan bendera di peta persaingan ini. Mari kita lihat siapa lagi yang akan menyusul.