Kita bicara banyak soal AI, transformasi digital, dan bagaimana UMKM harus melek teknologi. Tapi ada satu ancaman nyata yang sering terlewat: kedaulatan data nasional kita di tengah belantara regulasi AI global yang masih kacau balau. Ini bukan soal masa depan, ini soal sekarang.
Percayalah, saat ini, setiap data yang Anda masukkan ke aplikasi asing, setiap transaksi GoPay atau Tokopedia, bahkan pesan WhatsApp Business Anda, berpotensi diatur oleh hukum negara lain. Ini bukan paranoid, ini realitas. Negara-negara besar seperti AS, Tiongkok, dan Uni Eropa sibuk membuat aturan AI mereka sendiri. Masing-masing merasa paling benar. Hasilnya? Fragmentasi regulasi yang mengerikan.

Efeknya ke Indonesia? Jelas. Data warga negara kita, data transaksi UMKM, bahkan algoritma yang mempengaruhi bisnis lokal, bisa jadi tunduk pada yurisdiksi asing. Bayangkan kalau tiba-tiba ada platform AI global yang memutuskan untuk tidak menyimpan data pengguna Indonesia di dalam negeri karena alasan regulasi negaranya sendiri. Atau lebih buruk, data itu diakses dan diproses di luar kendali kita.
Ini bukan hanya masalah privasi personal. Ini masalah ekonomi digital nasional. Kalau kita tidak punya kontrol penuh atas data dan algoritma yang menggerakkan ekonomi kita, bagaimana kita bisa memastikan pertumbuhan yang adil dan berpihak pada kepentingan domestik? Bagaimana kita bisa memastikan inovasi lokal tidak terhambat oleh standar asing yang tidak relevan?
"Kita harus berhenti berpikir bahwa regulasi AI itu hanya soal etika atau perlindungan konsumen. Ini adalah pertarungan geopolitik memperebutkan kendali atas informasi dan masa depan ekonomi."
Pemerintah Indonesia, melalui UU PDP dan upaya OJK, sudah bergerak. Tapi itu belum cukup. Kita butuh pendekatan yang lebih proaktif di kancah internasional. Jangan hanya jadi pengikut. Kita harus berani mendorong kerangka regulasi AI global yang mengakomodasi kepentingan negara berkembang, bukan hanya kepentingan raksasa teknologi atau negara adidaya.

Bayangkan potensi kerugian kalau kita terlambat. Startup lokal yang mencoba mengembangkan solusi AI berbasis data Indonesia bisa terbentur tembok regulasi asing. Data kesehatan, data finansial, data kependudukan – semuanya bisa jadi taruhan. Ini adalah isu keamanan nasional, bukan cuma isu teknologi.
Kita perlu membangun ekosistem AI domestik yang kuat, dengan aturan main yang jelas dan berpihak pada kedaulatan kita. Ini termasuk investasi pada infrastruktur data lokal, pengembangan talenta AI dalam negeri, dan yang paling penting, suara yang lantang di forum-forum internasional. Jangan sampai kita jadi penonton di rumah sendiri, dengan data kita menjadi komoditas yang diatur oleh orang lain.