Teknologi Bisnisdigitalisasi desaekonomi digital Indonesia

Ekonomi Digital Indonesia Bukan Cuma Jakarta: Saatnya Pedesaan Ikut Pesta

Pemerintah Indonesia fokus mengakselerasi digitalisasi desa dengan mendorong infrastruktur dan ekosistem digital, berpotensi besar pemerataan ekonomi dan peningkatan UMKM lokal.

3 menit baca
24 Februari 2026
Ashari Tech

Pemerintah lagi ngebut. Kita semua tahu itu. Tapi kali ini, fokusnya bukan cuma di jalan tol atau IKN. Ada yang lebih mendasar: percepatan digitalisasi desa. Ini bukan sekadar wacana manis, ini adalah game-changer untuk ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Saya bilang begitu karena Jakarta dan kota-kota besar sudah terlalu crowded dengan inovasi digital. Sekarang giliran yang di bawah.

Ilustrasi artikel

Melampaui Jakarta dan Surabaya

Selama ini, narasi ekonomi digital selalu didominasi startup di kota-kota besar. Gojek, Tokopedia, OVO — mereka sukses besar, tidak ada yang menyangkal. Tapi jangan lupa, Indonesia itu bukan cuma Jakarta. Ada 74.961 desa yang menyimpan potensi luar biasa. Bayangkan jika setiap desa punya akses internet yang stabil dan masyarakatnya melek digital. Ini bukan tentang memaksa mereka jadi developer aplikasi, tapi bagaimana teknologi bisa mempermudah kehidupan sehari-hari dan mendorong ekonomi lokal.

Yang saya lihat menarik adalah bagaimana kebijakan pemerintah mulai menyentuh akar rumput. Bukan cuma bicara soal unicorn atau decacorn, tapi bagaimana UMKM di desa bisa naik kelas. Ini artinya, ekosistem digital yang dibangun harus relevan. Bukan aplikasi fancy yang tidak dimengerti, tapi solusi praktis seperti pembayaran digital untuk warung, e-commerce untuk produk pertanian lokal, atau edukasi online untuk meningkatkan keterampilan.

Infrastruktur dan Ekosistem: Kunci Keberhasilan

Untuk mewujudkan ini, ada dua pilar utama: infrastruktur dan ekosistem. Infrastruktur jelas, internet harus sampai ke pelosok. Proyek Palapa Ring sudah berjalan, tapi kualitas dan ketersediaan masih jadi PR besar. Jangan sampai internet cuma ada, tapi lemotnya minta ampun. Kalau sinyal putus-putus, bagaimana mau bertransaksi digital atau belajar online?

Ekosistem ini lebih kompleks. Ini tentang bagaimana kita membangun kepercayaan, literasi digital, dan ketersediaan layanan yang sesuai. Bank Indonesia, misalnya, sedang gencar mengembangkan QRIS di seluruh lapisan masyarakat. Ini langkah tepat. QRIS itu sederhana, mudah dipakai, dan bisa diadopsi UMKM kecil sekalipun. Bayangkan warung kopi di desa bisa menerima pembayaran digital. Itu bukan cuma mempermudah pembeli, tapi juga membantu pemilik warung dalam pencatatan keuangan dan akses ke permodalan.

"Digitalisasi desa bukan sekadar proyek infrastruktur, tapi investasi jangka panjang untuk pemerataan ekonomi dan masa depan Indonesia yang lebih tangguh."

Transformasi digital di sektor SDM juga krusial. Bukan cuma pekerja kantoran, tapi petani, nelayan, pengrajin. Mereka butuh pelatihan yang relevan. Bagaimana memasarkan produk di platform e-commerce? Bagaimana mengelola keuangan digital? Ini semua harus terintegrasi. Kalau literasi digital rendah, sehebat apapun infrastruktur, tidak akan maksimal.

Ilustrasi artikel

Tantangan dan Peluang di Depan Mata

Tentu saja, tidak semua mulus. Tantangan pasti ada. Isu keamanan siber, literasi digital yang belum merata, hingga resistensi terhadap perubahan. UU PDP (Perlindungan Data Pribadi) menjadi sangat penting di sini. Masyarakat desa harus diedukasi tentang pentingnya menjaga data pribadi mereka saat bertransaksi online.

Namun, peluangnya jauh lebih besar. Digitalisasi desa bisa mengurangi kesenjangan ekonomi, menciptakan lapangan kerja baru, dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk-produk lokal. Ini bukan cuma tentang pertumbuhan ekonomi, tapi tentang pemerataan dan keadilan sosial. Jika pemerintah serius menggarap ini, kita bisa melihat lompatan besar dalam beberapa tahun ke depan. Jangan cuma mimpi jadi negara maju, tapi bangun fondasinya dari desa.

Ini saatnya kita melihat ekonomi digital bukan hanya dari kacamata metropolitan, tapi dari perspektif seluruh pelosok Indonesia. Desa adalah masa depan ekonomi digital kita.

Topik

digitalisasi desaekonomi digital IndonesiaUMKM digitalinfrastruktur digitalliterasi digitalQRIS desatransformasi digital

Siap Mentransformasi Bisnis Anda dengan Teknologi?

Konsultasikan kebutuhan spesifik bisnis Anda dengan tim ahli kami secara gratis.

Konsultasi Gratis Sekarang*Respon cepat via WhatsApp dalam < 30 menit