Pemerintah Indonesia sedang menancapkan gas. Bukan hanya soal infrastruktur fisik, tapi juga infrastruktur digital dan regulasi AI. Ini bukan lagi wacana, tapi manuver strategis untuk mengamankan posisi Indonesia di panggung ekonomi digital global.
Percayalah, kita tidak bisa hanya menjadi konsumen teknologi. Kita harus jadi pemain, inovator, dan yang terpenting, pelindung data warga negara kita sendiri. Ini bukan tentang membatasi, tapi tentang membangun fondasi yang kuat.

Melindungi Data, Mendorong Inovasi
Lihat saja bagaimana Bank Indonesia bergerak. Mereka bukan cuma mengatur, tapi juga mendorong inovasi lewat pusat inovasi. Ini strategi yang cerdas: jangan cuma melarang, tapi bantu ekosistem berkembang dalam koridor yang benar. Penguatan talenta digital dan ekosistem ekonomi digital adalah kuncinya.
Regulasi AI? Ini bukan hantu yang menakutkan, melainkan pagar pengaman. Jangan sampai kita terlena dengan kemudahan AI, lalu lupa bahwa data kita bisa disalahgunakan. Kedaulatan digital adalah harga mati. Kita sudah punya UU PDP, sekarang giliran kerangka regulasi AI yang lebih komprehensif.
"Kita harus memastikan AI bekerja untuk kita, bukan sebaliknya. Data kita adalah aset nasional yang tak ternilai harganya."
UMKM dan Lompatan Digital
Sekarang beralih ke UMKM. Ini adalah tulang punggung ekonomi Indonesia. Percepatan adopsi AI dan digitalisasi UMKM bukan sekadar jargon, tapi kebutuhan mendesak. Bayangkan warung kopi di pojok jalan yang bisa menganalisis preferensi pelanggan dengan AI sederhana, atau toko kelontong yang mengelola stoknya otomatis.
Inisiatif pelatihan digital dan pembayaran digital untuk UMKM ini krusial. Platform seperti Tokopedia, GoPay, atau WhatsApp Business sudah jadi bagian tak terpisahkan. Tapi, masih banyak UMKM yang belum terjamah. Edukasi harus digencarkan. Bukan cuma cara pakai, tapi juga soal keamanan data dan potensi bisnis yang bisa didapat.

Tantangan Transformasi SDM
Transformasi digital SDM itu bukan perkara mudah. Bukan cuma soal skill teknis, tapi juga mindset. Kita butuh talenta yang bukan cuma bisa mengoperasikan AI, tapi juga memahami etika, regulasi, dan implikasi sosialnya. Pusat inovasi BI bisa jadi benchmark untuk ini.
Indonesia punya potensi besar. Tapi, kita harus cerdas. Jangan hanya ikut-ikutan tren. Bangun ekosistem yang kuat, regulasi yang adaptif, dan talenta yang kompeten. Masa depan ekonomi digital Indonesia sangat bergantung pada bagaimana kita menyeimbangkan inovasi dengan proteksi data dan kedaulatan digital.