Rita Susmito

Aplikasi berbagi video populer TikTok menghadapi dilema besar di Amerika Serikat. Anggota parlemen AS menuntut TikTok untuk memutuskan hubungan dengan perusahaan induknya yang berbasis di Tiongkok, ByteDance, atau menghadapi larangan total.

Kekhawatiran Keamanan Nasional

Kekhawatiran ini muncul akibat tuduhan bahwa pemerintah Tiongkok dapat mengakses data pengguna TikTok melalui ByteDance. Privasi dan keamanan warga AS menjadi pertaruhan jika TikTok terus dikaitkan dengan Tiongkok.

Tekanan Politik

Anggota parlemen bipartisan bersatu dalam memperkenalkan RUU yang melarang TikTok dari toko aplikasi dan layanan hosting web di AS, kecuali jika mereka memutus hubungan dengan ByteDance. Pemerintah AS juga telah membatasi penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah karena alasan keamanan.

Reaksi TikTok

TikTok membantah tuduhan spionase dan mengklaim bahwa data pengguna dilindungi dengan baik. Namun, pengakuan bahwa karyawan perusahaan mengakses data jurnalis tanpa persetujuan telah merusak reputasinya.

Dampak Potensial

Jika TikTok terpaksa melepaskan diri dari ByteDance, aplikasi tersebut mungkin akan mengalami penurunan popularitas di AS. Di sisi lain, larangan total akan membuat jutaan pengguna TikTok kecewa.

Dampak yang Lebih Luas

RUU yang diajukan tidak hanya menargetkan TikTok tetapi juga platform media sosial lain yang dianggap menimbulkan risiko keamanan nasional. Hal ini menunjukkan tekad AS untuk melindungi kepentingan negaranya di era digital.

Kesimpulan

Dilema TikTok mencerminkan ketegangan geopolitik yang berkembang antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Aplikasi media sosial yang pernah digemari kini berada di persimpangan jalan, di mana masa depannya di AS bergantung pada kemampuannya untuk meyakinkan pemerintah dan masyarakat tentang keamanannya.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka