CEO TikTok Dituduh Komunis, Zuckerberg Minta Maaf di Kongres AS

Kongres Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menggelar dengar pendapat yang menghadirkan petinggi media sosial, termasuk CEO Meta, Mark Zuckerberg, dan CEO TikTok, Shou Zi Chew. Forum ini membahas berbagai persoalan, mulai dari keamanan anak-anak di dunia maya hingga tuduhan keanggotaan Partai Komunis China terhadap Chew.

Tuduhan Komunis dan Klarifikasi Chew

Dalam dengar pendapat tersebut, Senator Tom Cotton mencecar Chew dengan pertanyaan mengenai hubungannya dengan Partai Komunis China (PKC). Cotton bertanya apakah Chew pernah menjadi anggota PKC atau memiliki afiliasi dengan partai tersebut. Chew menjawab dengan tegas bahwa dia tidak pernah menjadi anggota PKC dan tidak memiliki afiliasi apa pun dengan partai tersebut. Dia menegaskan bahwa dia adalah warga negara Singapura dan tidak pernah terlibat dalam politik China.

Meta Disorot atas Fitur Instagram Pelecehan Seksual Anak

Forum dengar pendapat tersebut juga menyoroti berbagai persoalan terkait keamanan anak-anak di dunia maya. Senator Ted Cruz mempertanyakan Zuckerberg tentang fitur Instagram yang memungkinkan pengguna melihat unggahan pelecehan seksual terhadap anak. Zuckerberg menjelaskan bahwa fitur tersebut bertujuan untuk membantu mengarahkan pengguna ke konten yang bermanfaat jika mereka menemukan konten yang tidak pantas. Namun, dia berjanji untuk memeriksa ulang fitur tersebut secara pribadi.

Zuckerberg Minta Maaf kepada Keluarga Korban

Selama dengar pendapat, Zuckerberg juga meminta maaf kepada keluarga korban yang hadir di ruang sidang. Dia mengakui bahwa media sosial telah memberikan dampak negatif bagi anak-anak dan meminta maaf atas penderitaan yang dialami keluarga mereka. Hal ini merupakan momen yang mengharukan dan menunjukkan keseriusan Zuckerberg dalam menanggapi persoalan keamanan anak-anak di platformnya.

Permasalahan Keamanan Daring Menjadi Prioritas Kongres AS

Dengar pendapat ini mencerminkan besarnya perhatian Kongres AS terhadap persoalan keamanan anak-anak di dunia maya. Para senator memberikan tekanan kepada perusahaan media sosial untuk mengambil langkah-langkah yang lebih efektif dalam melindungi anak-anak dari bahaya online. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah AS berkomitmen untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak dan remaja.

Perlunya Regulasi yang Lebih Ketat

Forum dengar pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa diperlukan regulasi yang lebih ketat untuk mengatur perusahaan media sosial. Senator Lindsey Graham mempertanyakan CEO Discord, Jason Citron, tentang dukungannya terhadap RUU yang bertujuan untuk meningkatkan keamanan online. Citron tampak ragu-ragu dalam menanggapi pertanyaan tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan media sosial perlu lebih proaktif dalam mendukung upaya regulasi yang bertujuan untuk melindungi anak-anak dan remaja dari bahaya online.

Dengar pendapat yang digelar Kongres AS tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah AS serius dalam menangani persoalan keamanan anak-anak di dunia maya dan berupaya menekan perusahaan media sosial untuk lebih bertanggung jawab dalam melindungi anak-anak dari bahaya online. Regulasi yang lebih ketat dan dukungan dari perusahaan media sosial sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan digital yang aman bagi anak-anak dan remaja.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka