Askara Indrayana

Hai sahabat Brainy! πŸ‘‹ Aplikasi kencan Bumble baru-baru ini bikin heboh karena kampanye iklannya yang dianggap menyinggung banyak orang. Iklan-iklan tersebut seolah-olah mempermalukan perempuan yang memilih untuk tidak aktif secara seksual dan mengejek mereka yang memilih selibat daripada berkencan.

Ilustrasi logo Bumble.

Bumble sendiri sebelumnya baru saja merombak desain aplikasi dan brand-nya untuk menarik pengguna baru yang "lelah dengan dunia kencan". Namun, iklan-iklan baru mereka, yang terpampang di billboard, justru malah berisi pesan-pesan yang kontroversial seperti "Kamu tahu betul sumpah selibat bukanlah jawabannya," dan "Jangan menyerah berkencan dan menjadi biarawati."

Sontak, reaksi negatif membanjiri media sosial. Banyak pengguna mengecam iklan-iklan tersebut karena dianggap merendahkan selibat sebagai pilihan hidup yang sah.

Menanggapi kontroversi tersebut, Bumble pun akhirnya mengeluarkan pernyataan maaf melalui akun Instagram resminya. "Kami telah membuat kesalahan," tulis Bumble. "Iklan kami yang menyinggung selibat merupakan upaya untuk menjangkau komunitas yang frustrasi dengan dunia kencan modern, tetapi alih-alih membawa kegembiraan dan humor, kami justru melakukan sebaliknya."

Bumble juga menyatakan bahwa mereka akan menghapus iklan-iklan tersebut dan akan mendonasikan dana kepada National Domestic Violence Hotline dan organisasi lain yang mendukung perempuan. Ruang billboard yang telah dipesan juga akan ditawarkan kepada organisasi-organisasi tersebut untuk menampilkan "iklan pilihan mereka" selama sisa waktu yang telah dipesan Bumble.

Banyak pengguna media sosial yang menuduh kampanye iklan Bumble ini bertentangan dengan prinsip dasar perusahaan, yang diluncurkan pada tahun 2014 dengan tujuan menciptakan lingkungan kencan yang lebih ramah bagi perempuan. Kritik juga dilontarkan kepada Bumble karena dianggap mengabaikan orang-orang yang memilih selibat, termasuk pengguna aseksual Bumble dan orang-orang yang menghindari hubungan seksual karena trauma.

Kontroversi ini muncul di tengah periode yang sulit bagi Bumble. Perusahaan ini sebelumnya telah mengumumkan rencana untuk memberhentikan 350 karyawan dan harga sahamnya anjlok sekitar 45 persen sejak Juli lalu. Hal ini disebabkan oleh tren anak muda yang lebih memilih untuk menjalin koneksi secara langsung atau melalui media sosial daripada melalui aplikasi kencan.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka