Platform Digital sebagai Jalan Kesuksesan

Di era digital ini, platform seperti TikTok menjadi tambang emas bagi pelaku usaha. Batik Kanaya, sebuah UMKM batik semisutra, membuktikannya. Sejak 2021, ekspansi mereka ke TikTok melesatkan penjualan hingga menyewa tempat usaha baru.

Kekuatan Live TikTok

"Awalnya iseng," ungkap Manajer Batik Kanaya, Muhammad Lukman Hakim. Namun, fitur live di TikTok ternyata mampu meningkatkan penjualan secara signifikan. Batik Kanaya mengoptimalkan hal ini dengan mengunggah konten menarik dan berkolaborasi dengan kreator dan afiliator.

Kampanye #MelokalDenganBatik

Dukungan dari TikTok dan Tokopedia melalui kampanye #MelokalDenganBatik juga berdampak besar. Materi promosi dan pembuatan konten yang dibantu TikTok meningkatkan visibilitas Batik Kanaya dan menggandakan penjualan hingga 3 kali lipat.

Inovasi dan Kolaborasi

Tidak puas hanya di situ, Batik Kanaya terus berinovasi. Kolaborasi dengan Institut Seni Indonesia menghasilkan rekomendasi desain yang memperkaya kualitas produk mereka. Dukungan ini menggambarkan pentingnya sinergi antara platform digital, UMKM, dan lembaga pendidikan.

Tantangan Predatory Pricing

Di balik kesuksesan, ada juga tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah predatory pricing yang merugikan pelaku usaha kecil. TikTok merespons dengan deteksi proaktif dan pemantauan ketat terhadap berbagai kategori produk.

Meskipun menghadapi kendala, Batik Kanaya tetap optimistis. Dengan memanfaatkan peluang digital melalui TikTok dan dukungan dari berbagai pihak, mereka yakin dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada dunia UMKM Indonesia.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka