Dunia hiburan Indonesia tengah menyaksikan lonjakan pesat dalam industri video on demand (VoD) over the top (OTT). Studi terbaru Media Partner Asia menyingkap bahwa pada tahun 2023, pendapatan industri ini melonjak hingga 72% secara tahunan, mencapai angka Rp5,7 triliun.

Pergeseran preferensi audiens yang mencolok dari televisi ke streaming online telah memicu pertumbuhan industri ini dengan pesat. Saat ini, pasar streaming di Indonesia bernilai sekitar Rp19,8 triliun, dengan segmen VoD premium menyumbang sekitar Rp7,6 triliun.

Dengan populasi generasi Z yang terus bertambah, yang saat ini menyumbang lebih dari setengah dari total penduduk Indonesia, industri OTT menemukan landasan yang kokoh untuk pertumbuhan. Penetrasi smartphone yang tinggi semakin mempercepat adopsi layanan streaming.

Melihat potensi pasar yang menggiurkan ini, platform streaming lokal berhadapan langsung dengan pemain global yang tak terhitung jumlahnya. Namun, tidak sedikit yang berhasil mengukir nama mereka di industri ini.

Surya Citra Media (SCM), misalnya, telah mengalahkan raksasa OTT seperti Netflix dan Disney+Hotstar dalam memperebutkan pangsa pasar Indonesia. Unit usaha EMTK ini berhasil mengumpulkan lebih dari 4 juta pelanggan.

Faktor utama di balik kesuksesan SCM adalah kemampuannya memenuhi kebutuhan penonton lokal. Platform tersebut menawarkan konten asli Indonesia berkualitas tinggi, seperti sinetron dan film, yang selaras dengan selera penonton Indonesia.

Terlepas dari persaingan yang ketat, industri streaming video Indonesia diprediksi akan terus berkembang pesat di tahun-tahun mendatang. Platform streaming lokal diperkirakan akan memainkan peran penting dalam membentuk lanskap industri hiburan tanah air.

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka