Askara Indrayana

Sahabat Brainy, ingat perseteruan sengit antara Epic Games dan Apple beberapa tahun lalu? Yap, perseteruan tentang biaya aplikasi di App Store yang bikin heboh itu! Nah, kasus ini kembali memanas dan kedua raksasa teknologi ini kembali berhadapan di depan hakim yang sama, Yvonne Gonzalez Rogers.

Buat yang ketinggalan, kasus ini bermula ketika Epic Games dengan terang-terangan menentang kebijakan Apple yang membebankan biaya hingga 30% untuk pembelian dalam aplikasi (in-app purchase). Epic nekat melanggar aturan App Store dengan menerapkan sistem pembayaran sendiri di game populer mereka, Fortnite.

Ilustrasi logo App Store dengan latar belakang palu hakim.

Akibatnya, Apple langsung menendang Fortnite dari App Store. Epic pun tak tinggal diam dan menggugat Apple atas tuduhan monopoli. Apple balik menggugat Epic karena dianggap melanggar kontrak.

Pada persidangan sebelumnya, hakim memenangkan Apple dan menyatakan Epic bersalah karena melanggar kontrak. Epic dihukum untuk membayar 30% dari pendapatan yang diperoleh melalui sistem pembayaran mereka kepada Apple, sekitar 3,5 juta dolar AS.

Meskipun kalah, Epic berhasil membuat hakim memerintahkan Apple untuk memberi kebebasan kepada pengembang menggunakan metode pembayaran lain selain milik Apple untuk pembelian dalam aplikasi. Keputusan ini tetap berlaku meskipun kedua belah pihak mengajukan banding hingga ke Mahkamah Agung.

Solusi Setengah Hati Apple dan Kemarahan Hakim

Alih-alih patuh, Apple malah mengakalinya. Mereka memang mengizinkan pengembang mencantumkan tautan ke metode pembayaran eksternal untuk menghindari potongan 30%. Tapi, Apple tetap membebankan komisi hingga 27% untuk transaksi melalui tautan tersebut.

CEO Epic Games, Tim Sweeney, geram dan menyebut langkah Apple sebagai "itikad buruk". Epic pun kembali menyeret Apple ke meja hijau.

Dalam sidang terbaru, hakim tampak kesal dengan Apple. Ia meragukan alasan di balik sistem tautan pembayaran eksternal yang dibuat Apple dan mempertanyakan kesesuaiannya dengan putusan pengadilan.

Hakim bahkan melontarkan kritik tajam, "Saya tidak melihat alasan logis mengapa Apple menuntut itu dari aplikasi pesaing… Selain untuk menekan persaingan, saya tidak melihat jawaban lain."

Serangkaian Pertanyaan Menohok Hakim untuk Apple

Pada persidangan 16 Mei lalu, hakim terlihat tidak sabar dengan Carson Oliver, petinggi App Store. Ia mencecar Oliver dengan pertanyaan tentang tujuan dari kebijakan Apple dan apakah kebijakan tersebut bertujuan untuk meningkatkan persaingan. Jawaban Oliver yang berbelit-belit justru membuat hakim semakin kesal.

Keesokan harinya, hakim kembali mengkritik Apple yang tidak memiliki data konkret tentang efektivitas sistem baru mereka. Ia juga meragukan klaim Apple bahwa sistem tersebut memberikan nilai bagi para pengembang.

Hakim juga mempertanyakan Phil Schiller, petinggi Apple lainnya, tentang sistem komisi Apple yang tetap membebankan biaya kepada pengembang meskipun pengguna melakukan pembelian melalui tautan eksternal.

Pertarungan Masih Berlanjut

Sidang lanjutan masih bergulir hingga saat ini. Epic terus berupaya membuktikan bahwa sistem yang diterapkan Apple tidak sesuai dengan putusan pengadilan dan merugikan para pengembang.

Keputusan akhir berada di tangan hakim Gonzalez Rogers. Akankah Apple kembali memenangkan persidangan atau justru dijatuhi sanksi atas kebijakan mereka? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya, Sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka