Sahabat Brainy yang kece,

Google baru-baru ini merilis fitur generasi gambar AI baru bernama Gemini. Tapi, baru muncul sebentar, fitur ini langsung jadi buah bibir! Kok bisa?

Apa itu Google Gemini?

Gemini adalah AI dari Google yang bisa menghasilkan gambar keren. Fitur ini bisa mengubah teks yang kamu masukkan menjadi gambar.

Kenapa Gemini Diprotes?

Nah, masalahnya ada di gambar-gambar yang dihasilkan Gemini. Beberapa pengguna melaporkan bahwa AI ini terlalu banyak menampilkan orang-orang berkulit warna di gambarnya. Padahal, kadang-kadang orang yang digambar nggak sesuai dengan konteks.

Contohnya, saat pengguna meminta gambar "Bapak Pendiri Amerika", Gemini malah menampilkan wanita berkulit hitam. Padahal, Bapak Pendiri Amerika pada umumnya adalah laki-laki berkulit putih.

CEO Google Sundar Pichai mengakui bahwa alat Gemini Google telah menyinggung sejumlah pengguna
CEO Google Sundar Pichai mengakui bahwa alat Gemini Google telah menyinggung sejumlah pengguna

Cara Kerja Gemini

Gemini menggunakan data pelatihan yang berisi banyak gambar dan teks. Nah, data pelatihan ini mungkin kurang mewakili orang-orang dari berbagai latar belakang. Akibatnya, Gemini jadi lebih sering menampilkan orang-orang berkulit warna di gambarnya, bahkan saat hal itu nggak sesuai.

Reaksi Pengguna

Tentu saja, reaksi pengguna terbelah. Ada yang merasa lucu, tapi ada juga yang mengecam Gemini karena menampilkan gambar yang tidak sesuai dan menyinggung. Bahkan, beberapa orang menilai Gemini sebagai AI yang rasis dan seksis.

Respons Google

Google segera mematikan fitur generasi gambar Gemini dan berjanji untuk memperbaikinya. Mereka mengakui bahwa Gemini telah menyinggung pengguna dan mereka salah dalam pendekatan mereka.

Tim di Google sekarang sedang bekerja untuk memastikan Gemini memberikan gambar yang lebih seimbang dan tidak menyinggung. Mereka juga melakukan pengujian ekstensif sebelum merilis kembali fitur ini.

Pengaruh pada Google

Kontroversi Gemini berdampak besar pada Google. Saham perusahaan induk Google, Alphabet, turun sekitar $96,9 miliar. Ini menunjukkan bahwa orang-orang semakin sadar akan masalah bias dalam AI dan mengharapkan perusahaan seperti Google untuk menyelesaikannya.

Jadi, itulah yang terjadi dengan Gemini, AI Google yang membuat kontroversi karena menampilkan orang-orang berkulit warna secara berlebihan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka