Askara Indrayana

Sahabat Brainy, algoritma pencarian Google itu ibarat kitab suci internet, penentu hidup-matinya sebuah situs web dan rupa konten di jagat maya. Tapi, Google selalu merahasiakan cara kerja algoritma ini, bikin kita semua penasaran.

Nah, heboh nih! Ribuan halaman dokumen internal Google bocor ke publik! Kebocoran ini mengungkap rahasia dapur algoritma pencarian Google yang selama ini misterius. Parahnya, beberapa informasi dalam dokumen ini bertentangan dengan pernyataan resmi Google lho!

Ilustrasi logo Google, tertulis dalam warna merah dan merah muda di atas latar belakang biru tua.

Apa Isi Dokumen Rahasia Ini?

Dokumen ini berisi tentang Google Search API dan informasi apa saja yang bisa diakses karyawan Google. Intinya, dokumen ini memberi bocoran berharga bagi para pakar SEO tentang faktor-faktor penting yang diperhatikan Google dalam menentukan peringkat situs web.

Beberapa topik yang dibahas dalam dokumen ini antara lain:

  • Data yang dikumpulkan dan digunakan Google: Bocoran ini menunjukkan data apa saja yang direkam Google dari situs web, laman, dan bahkan kebiasaan pencarian pengguna.
  • Perlakuan khusus untuk topik sensitif: Bagaimana Google menentukan situs web mana yang ditampilkan di posisi teratas untuk topik-topik sensitif seperti pemilihan umum?
  • Nasib situs web kecil: Ternyata, Google punya cara tersendiri untuk menangani situs web kecil. Penasaran?
  • Dan masih banyak lagi!

Google Ketahuan "Berbohong"?

Yang bikin geger, beberapa informasi dalam dokumen bocor ini bertolak belakang dengan pernyataan resmi Google.

Contohnya, Google berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan data dari Chrome untuk menentukan peringkat situs web. Namun, dokumen bocor ini justru menunjukkan bahwa Chrome secara spesifik disebutkan dalam bagian tentang bagaimana situs web ditampilkan di hasil pencarian.

Contoh lainnya adalah soal E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, and Trustworthiness). Sebelumnya, Google menyatakan bahwa E-E-A-T bukanlah faktor peringkat. Namun, dokumen bocor menunjukkan bahwa Google mengumpulkan data tentang penulis dari sebuah laman dan memiliki kolom khusus untuk menandai apakah suatu entitas di laman tersebut adalah penulisnya.

Dampak Kebocoran Dokumen

Meskipun dokumen ini bukan bukti mutlak, setidaknya memberikan kita gambaran seperti apa sistem algoritma Google yang selama ini dirahasiakan.

Kebocoran ini juga memicu pertanyaan besar tentang transparansi Google. Apakah selama ini Google memang sengaja menutup-nutupi cara kerja algoritmanya?

Yang pasti, bocornya dokumen ini menjadi pukulan telak bagi Google dan dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap raksasa teknologi ini. Kita tunggu saja kelanjutan kisahnya, Sahabat Brainy!

Login untuk menambahkan komentar
Klik tombol Google dibawah ini untuk masuk sebagai user

Tambahkan Komentar

Kamu mungkin juga suka